
Lingkupberita.com - Di klaim mempunyai potensi wisata yang mumpuni membuat Pemerintah Desa menyiapkan anggaran senilai Rp 93 juta. Untuk pembangunan fasilitas umum (fasum) di obyek wisata Grand Canyon Kali Gethuk. Seperti yang kita tahu, sejak resmi dibuka pada bulan April lalu obyek wisata ini selalu ramai dikunjungi wisatawan lokal.
Pelaksana Jabatan Sementara (Pjs) Kepala Desa Socokangsi, Giyanta mengatakan kucuran dana tersebut akan dipergunakan untuk pembangunan fasilitas umum, seperti toilet, akses jalan dan parkir. “Di depan kami juga sudah mempersiapkan lahan untuk para pedangang, oubond, dan tubing”, ungkap Giyanta, saat dijumpai wartawan Solopos.com.
Tak hanya itu ia juga menilai setiap harinya selalu ada peningkatan jumlah pengunjung di obyek wisata Goa Jepang dan Grand Canyon. Bahkan pada saat masa liburan jumlah pengunjung bisa membludak hingga 300 pengunjung atau sekitar 150 sepeda motor. “Di setiap parkir kendaraan kami hanya menarik ongkos sebesar Rp 2000. Kami belum memungut tiket meski Perdes sudah ada agenda tersebut, kami harus menyiapkan sarana dan prasana yang memadai lebih dahulu”, tutur dia.
Pengelola obyek wisata Grand Canyon masih giat memperomosikan obyek wisatanya di sosial media. Bahkan untuk menambah daya tarik pengunjung, pihak pengelola akan mengagendakan lomba dan orkes dangdut pada bulan Agustus mendatang. “Saat ini kami akan melengkapi fasilitas sedikit demi sedikit begitu juga akses jalan. Proses penggarapan akan terus digelar”, tambahnya.
Pihak pengelola wisata berencana memperpanjang akses Grand Canyon hingga ke sisi barat kali sepanjang 100 meter. Saat ini setidaknya ada 100 meter dinding Kali Gethuk yang bisa dinikmati wisatawan. “Untuk kedepanya mungkin kami akan menambahkan 100 meter lagi”, imbuhnya.
Di waktu yang bersamaan Ketua Pengelola Wisata Kali Gethuk, Edi Susanto mengatakan di depan Goa Jepang, Dukuh Socokulon, Desa Sucokangsi akan dilaksanakan kegiatan budaya Dandan Kali.
























